Cerita Panas Pemerkosaan Nikmat di Vila

Cerita Perkosaan Nikmat, cerita sex pemaksaan cerita seks di puncak, cerita hot di villa, cerita seks di facebook, cerita nikmatnya ml, cerita ewean bergambar, cerita pembangkit birahi. sebelumnya ada kisah  Minta Ijin menghamili mamah
Yang begitu menggairahkan lha untuk kali ini ada cerita tentang perkosa


Cerita Perkosaan Nikmat Nya Seks Di Villa

Cerita Perkosaan Nikmat | Aku seorang cewek yang bernama Sonia.

Hari itu, sekitar jam 1 siang, aku baru aja tiba di puncak. Mas Jupri seorang penjaga vilaku membukakan pintu garasi agar aku bisa memarkirkan mobilku.

Huuuuuuh... Akhirnya aku bisa melepaskan kepenatan setelah seminggu lebih menempuh UAS.

Aku ingin mengambil suasana tenang sejenak, tanpa ditemani siapapun, aku ingin menikmatinya sendirian di tempat yg jauh dari hiruk pikuk ibu kota itu. Agar aku lebih menikmati privacy-ku maka kusuruh Mas Jupri pulang ke rumahnya di sekitar puncak tersebut.

Mas Jupri sudah bekerja di tempat ini sejak papaku membeli vila ini sekitar 3 tahun yang lalu, dengan keberadaannya, vila kami terawat baik dan belum pernah kemalingan. Usianya hampir seperti 35 tahunan.

Aku dari dulu sebenarnya berniat mengerjainya, tapi mengingat dia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka kuurungkan niatku.

"Punten Neng, kalau misalnya ada perlu, Mas pasti ada di rumah kok, tinggal dateng aja ya" pamitnya.

Setelah mas Jupri meninggalkanku, Kulempar tubuhku ke atas kasur sambil menarik nafas panjang, matahari bersinar dengan diiringi embusan angin sepoi-sepoi sehingga membuat suasana rileks ini lebih terasa.

Jadi ingin berenang rasanya, apalagi setelah kulihat kolam renang di belakang airnya bersih sekali. Segera kuambil perlengkapan renangku dan menuju ke kolam. Sesampainya disana kurasakan suasanya enak sekali, begitu tenang, yg terdengar hanya kicauan burung dan desiran air ditiup angin.

Mumpung sepi-sepi begini, aku berenang tanpa busana saja. Aahh.. enak sekali rasanya berenang bugil seperti ini" pikirku

Tubuhku serasa lebih ringan. Beberapa kali aku bolak-balik dengan beberapa gaya sehingga membuatku capek.

Kurebahkan tubuhku di kursi sambil menikmati minuman. Saking enaknya cuaca di sini membuatku mengantuk, hingga tak terasa aku pun pelan-pelan tertidur di tepi kolam.

Kalau aja saat itu ada maling masuk dan melihat keadaanku seperti itu, tentu aku udah diperkosanya habis-habisan. Tetapi ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yg sedang meraba-raba tubuhku, terasa tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku.

Ketika tangan itu menyentuh bibir kemaluanku, aku langsung buka mata dan terkejut karena yg kurasakan barusan bukanlah sekedar mimpi.

Aku melihat seseorang sedang menggerayangi tubuhku dan begitu aku bangun orang itu dengan sigapnya mencengkram bahuku dan membekap mulutku dengan tangannya, mencegah agar aku tidak menjerit.

Aku mulai dapat mengenali orang itu, dia adalah Mas Yoga, si penjaga vila tetangga, usianya sekitar 30-an juga dengan penjaga Villaku, wajahnya lumayan saja.

"Sstt.. mendingan Neng nurut aja, di sini udah ga ada siapa-siapa lagi, jadi jangan macam-macam!" ancamnya dan aku mengangguk saja walau masih agak terkejut, lalu dia pelan-pelan melepaskan bekapannya pada mulutku.

"Hehehe.. udah lama saya ngak ngerasain yang kayak gini !" katanya sambil matanya menatapi dadaku.

"Enak ya Enak, tapi yang sopan dong, gak usah kaya maling gitu!" kataku sewot.

Ternyata tanpa kusadari sejak berenang dia sudah memperhatikanku dari loteng vila majikannya dan itu sering dia lakukan dari dulu kalau ada wanita berenang di sini.

Mengetahui Mas Jupri sedang tidak di sini, dia nekad memanjat tembok untuk masuk ke villaku.

Sebenarnya aku sedang tidak mood untuk ngeseks karena masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifku membuat birahiku menjadi meningkat.


Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai menyedot payudaraku yang paling dikaguminya, sementara aku meraih penisnya dengan tanganku serta kukocok hingga kurasakan penis itu makin mengeras.

Aku mendesah nikmat waktu tangannya membelai vaginaku dan menggosok-gosok bibirnya.

"Hmmm... Shhhh... Terus Mas!" desahku sambil meremasi rambut mas Yoga yang sedang mengisap payudaraku.

Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di kemaluanku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana, ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk.

Aku sampai meremas-remas payudara dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yg geli-geli enak itu. hingga akhirnya tubuhku bergetar kencang dan vaginaku mengeluarkan cairan hangat.

Dalam posisi seperti itu pun aku perlahan-lahan membuka celana panjangnya, setelah itu aku turunkan juga celana pendeknya. Nampaklah kemaluannya yang besar, jari-jariku pun mulai menggenggamnya.

Dalam genggamanku kurasakan benda itu bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan batang di genggamanku itu ke mulut.

kujilati dan kuemut-emut hingga Mas Yoga mengerang keenakan.

Sudah puas batang penisnya aku kulum, dia malah menarik tubuhku dan menyuruhku untuk menungging.

Aku disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, tangannya merayap di bagian payudaraku. taktik yang dia lakukan membuatku bergairah nikmat. Aku menggelinjang tak karuan waktu puting di pencetnya dengan gemas.

Rupanya aku telah membuat mas Yoga ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa dari belakang.

Ahhh... Ahhhh..." rasa nikmat terasa oleh memekku yang di geseknya. Akhirnya aku hanya bisa pasrah sambil menunggu dia orgasme.

Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku bergetar dan mataku terpejam-pejam. Bersamaan dengan itu pula genjotan mas Yoga mulai mengendor karena dia sudah di ujung klimaks.

Ketika sperma itu muncrat... Crooooottt... !" aku dapat merasakan spermanya yang menyembur deras di bagian bibir memekku. dari selangkanganku meleleh cairan hasil persenggamaan itu. Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuhku berkeringat, dia agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.

Dia gendong aku masuk ke kamar, dan membaringkan tubuhku di atas kasur. Begitu perhatiannya cowok ini terhadapku" pikirku dalam hati

Jadi malah kami berdua yang tertidur di dalam kamar itu, Hari itu aku dikerjai terus-menerus oleh mas Yoga, ngak puas-puasnya di menikmati tubuh montokku. Sampai-sampai dia menginap di dalam kamarku hingga esok hari.

Nonton Video xxx