Memuaskan Birahi Wanita

Domino 99 BandarQ Domino QQ Poker Online Teraman dan Terpercaya
Panasnya sinar matahari yang menerobos jendela kamarku, membangunkanku dari tidurku yang lelap Setelah hampir semalam penuh aku merasakan nikmatnya bersetubuh dengan Mbak Rina dan Mbak Vera Dan aku baru pulang dari rumahnya kerumah Mas iwan jam 05 00 dinihari

Dengan sedikit bermalas-malasan, aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan Selesai mandi badan rasanya segar sekali Siang itu kurasakan lain dari biasanya, rumah Mas Iwan tampak sepi sekali Oh ya, aku baru ingat kalau hari ini, Mas Iwan mengantar Tante Sari kondangan ke kampung sebelah

Jadi yang ada di rumah hanya Mbak Erna dan Aku Dengan hanya mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur Membuat secangkir kopi Sampai didapur kudapati Mbak Erna sedang mencuci piring

“Pagi Mbak,” sapaku

Mbak Erna tak menjawab sapaanku Mukanya cemberut Aku heran, tumben Mbak Erna begitu, biasanya dia sangat ramah padaku

“Ada apa sih Mbak, kok cemberut begitu,” tanyaku lagi
“Mbak marah sama aku? atau Mbak nggak senang ya, aku disini,” imbuhku

Mbak erna masih diam saja, membuatku tak enak hati dan bertanya-tanya dalam hati

“Ok, Mbak Kalau Mbak nggak senang, aku pulang aja deh,”
“Jangan-jangan pulang Don, aku nggak marah sama kamu,” sahutnya sambil menarik tanganku
“Habis Mbak marah sama siapa? Boleh tahu kan Mbak?” tanyaku lagi
“Ok, Mbak akan kasih tahu, tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya!,” jawabnya

“Aku janji Mbak,” kataku meyakinkannya “Don, aku lagi kesal sama Mas Iwan,” kata Mbak sari “Kesal kenapa Mbak,” selaku “Belakangan ini, Mas Iwan dingin sekali padaku Don,” katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku

“Setiap aku pingin begituan, dia selalu menolak,” imbuhnya sambil tersipu malu “Mungkin Mas Iwan lagi lelah Mbak,” hiburku sambil kuusap-usap rambutnya “Ah, masak setiap malam lelah,” sahutnya “Mungkin ada yang bisa aku bantu, untuk menghilangkan kekesalan Mbak,” pancingku

Mbak Erna tak menjawab pertanyaanku Sebagai orang yang cukup berpengalaman soal sex, aku tahu Mbak Erna sangat kesepian karna birahi wanita dan menginginkan hubungan sexual Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut keningnya Dan kurasakan remasan halus tangannya yang masih memegang tanganku Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya

Mbak Ernapun membalas kecupanku pada bibirnya dengan kuluman yang hangat, penuh gairah kukeluarkan lidahku, mencari lidahnya Kuhisap-hisap dan kusedot-sedot Kulepaskan tanganku dari genggamannya dan kugerakkan menggerayangi tubuh Mbak Erna

Dan perlahan-lahan kususupkan tangan kananku kebalik gaun tidurnya Dan kurasakan halusnya punggung Mbak Erna Sementara tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang padat Mbak Erna melepaskan seluruh pakaiannya Agar aku lebih leluasa menggerayangi tubuhnya

Setelah semua terlepas maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa Dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang montok, perutnya yang ramping dan vaginanya yang dicukur bersih Membuat nafsu birahiku semakin menjadi-jadi dan kurasakan penisku menegang Akupun melepaskan kulumanku pada bibirnya dan dengan sedikit membungkukkan badanku Aku mulai menjilati buah dadanya yang mulai mengeras, secara bergantian

Puas menjilati buah dadanya, jilatanku kupindahkan ke perutnya Dan kurasakan halusnya kulit perut Mbak Erna Mbak Erna tak mau ketinggalan, ditariknya handuk yang melilit dipinggangku Dengan sekali sentakan saja, handukku terlepas

“Aow, besar sekali don penismu,” decaknya kagum, sambil memandangi penisku yang telah menegang dan mengacung-ngacung setelah handukku terlepas Mbak Erna menggerakkan tangannya, meraih batang penisku Diusap-usapnya dengan lembut kemudian dikocok-kocoknya, membuat batang penisku semakin mengeras

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu, Kusudahi jilatanku pada perutnya Kuangkat tubuhnya dan kududukkan diatas meja dapur Kedua pahanya kubuka lebar-lebar Dan terpampanglah di depanku bukit kecil yang dicukur bersih

Bibir vagina yang memerah dengan sebuah daging kecil yang tersembul diatasnya Kubungkukkan tubuhku dan kudekatkan wajahku ke selangkangannya Dan aku mulai menjilati pahanya yang putih mulus, dihiasi bulu-bulu halus Sambil tanganku meraba-raba vaginanya

Beberapa menit berlalu, kupindahkan jilatanku dari pahanya ke vaginanya Mula-mula kujilati bibir vaginanya, terus kebagian dalam vaginanya Lidahku menari-nari didalam lubang vaginanya yang basah

“Ohh terus Don terus Nik Matt,” serunya tertahan Membuatku semakin bersemangat menjilati lubang vaginanya Kusedot-sedot klitorisnya Pantat Mbak Erna terangkat-angkat menerima jilatanku Ditariknya kepalaku, dibenamkannya pada selangkangannya

“Ohh Don Aku Tak Tahan Masukin Don Masukin penismu,” pintanya menghiba

Kuturuti kemauannya Aku kemudian berdiri Kuangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, hingga ujung jari kakinya berada diatas bahuku Kudekatkan penisku keselangkangannya Mbak Erna meraih penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku masuk ke lubang vaginanya

Aku diam sejenak mengatur posisi supaya lebih nyaman, lalu kudorong pantatku lebih keras, membuat seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya Kurasakan penisku dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit Vaginanya penuh sesak karena besarnya batang penisku

“Aow Pelan-pelan Don penismu gede sekali,” pekiknya, ketika aku mulai memaju mundurkan pantatku, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya

Tak terasa sudah tiga puluh menit aku memaju mundurkan pantatku Dan kurasakan vagina Mbak Erna berkedut-kedut Dan otot-otot vaginanya menegang

“Ohh Don Aku Keluarr Sayang,” teriaknya lantang Sedetik kemudian kurasakan cairan hangat keluar dari vaginanya Dan Mbak Erna mencapai orgasmenya Mbak Erna tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan Dia turun dari atas meja dapur Kemudian berjongkok dihadapanku Diraihnya penisku dan dikocok-kocok dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meremas-remas buah pelirku

“Akhh Mbak Enak Nikk Mat terus,” seruku, ketika Mbak Erna mulai menjilati batang penisku Dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan Mbak Erna Aku semakin merasa nikmat ketika Mbak Erna memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil Dan mulai mengulum batang penisku Mbak Erna memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar masuk dari mulutnya Sementara tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku

“Oohh Mbak Akuu Tak Tahan,” teriakku

Dan kurasakan penisku berkedut-kedut semakin lama semakin cepat Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya diselangkanganku

“Mbak Akuu Ke Luarr,” teriakku lagi lebih keras Mbak Erna semakin cepat memaju mundurkan mulutnya Dan crott! crott! crott! penisku memuntahkan sperma yang sangat banyak di mulutnya Mbak Ernapun menelannya tanpa ragu-ragu Dan tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati sisa-sisa spermaku sampai bersih

“Terimakasih Don, kamu telah memberiku kepuasan,” pujinya sambil tersenyum “Sama-sama Mbak, aku juga sangat puas,” sahutku “Mbak masih mau lagi kan,” tanyaku “Mau dong, tapi kita mandi dulu yuk,” ajaknya

Kemudian kami meraih pakaian masing-masing untuk selanjutnya bersama-sama pergi ke kamar mandi membersihkan badan Sehabis mandi, masih sama-sama telanjang, kubopong tubuhnya menuju taman disamping rumah Aku ingin melaksanakan impianku selama ini, yaitu bersetubuh ditempat terbuka

“Don Jangan disini sayang, nanti dilihat orang,” protesnya “Kan nggak ada siapa-siapa di rumah Mbak,” sahutku

Mbak Ernapun tidak protes lagi, mendengar jawabanku Sambil berdiri kupeluk erat tubuhnya Kulumat bibirnya Mbak Erna membalas lumatan bibirku dengan pagutan-pagutan hangat Cukup lama kami bercumbu, kemudian aku duduk dikursi taman Dan kusuruh Mbak Erna berjongkok dihadapanku Mbak Erna tahu maksudku Diraihnya batang penisku yang masih layu Dielus-elusnya lembut kemudian dikocok-kocok dengan tangannya

Setelah penisku mengeras Mbak Erna menyudahi kocokkannya, dia mendekatkan wajahnya ke selangkanganku Lidahnya dijulurkan dan mulai menjilati kepala penisku Lidahnya berputar-putar dikepala penisku, kemudian turun kepangkalnya

“Oohh terus Mbak Nikmat banget,” desahku “Isepp Mbak Isep,” pintaku Mbak Erna menuruti kemauanku

Dimasukkannya penisku kemulutnya Hampir sepertiga batang penisku masuk ke mulutnya Sambil tersenyum padaku, dia mulai memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku maju keluar masuk dimulutnya

“Mbak Aku Tak Tahan,” seruku Mbak Erna kemudian naik ke pangkuanku Vaginanya pas berada diatas selangkanganku Diraihnya penisku dan dibimbingnya ke lubang vaginanya Mbak Erna mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit batang penisku masuk ke lubang vaginanya semakin lama semakin dalam

Hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya Sesaat kemudian Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya Sesekali digoyang-goyangkan pantatnya kekiri-kekanan Aku tak mau kalah, kusodok-sodokkan pantatku ke atas seirama dengan goyangan pantatnya

“Ohh Don Aku Mauu Ke luarr,” teriaknya setelah hampir tiga puluh menit menggoyang tubuhku Dan kurasakan otot-otot vaginanya menegang Tangannya mencengkeram dadaku dengan keras Sesaat kemudian kurasakan cairan hangat merembes dilubang vaginanya

“Aku tak ingin mengecewakanmu Don,” katanya sambil tersenyum Dia menarik penisku keluar dari lubang vaginanya, kemudian memasukkannya ke lubang anusnya Mbak Erna rupanya tahu kesenanganku Meski agak susah, akhirnya bisa juga seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya Perlahan tapi pasti Mbak Erna mulai menaik turunkan pantatnya Membuatku merasakan nikmat yang tiada taranya

Cukup lama Mbak Erna menggoyang-goyangkan pantatnya, kemudian kami berganti posisi Kusuruh dia menungging, membelakangiku dengan tangan bertumpu pada kursi taman Kugenggam penisku dan kuarahkan tepat ke lubang anusnya

Kudorong sedikit demi sedikit, sampai seluruhnya amblas tertelan lubang anusnya Lalu kudorong pantatku maju mundur Kurasakan nikmatnya lubang anus Mbak Erna Sambil kucucuk-cucuk lubang vaginanya dengan jari-jariku Membuat birahi wanita Mbak Erna bangkit lagi

Mbak Erna mengimbangi gerakkanku dengan mendorong-dorong pantatnya seirama gerakkan pantatku Aku semakin mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme Demikian juga jari-jariku semakin cepat mencucuk vaginanya

“Mbak Mbak Akuu Mau Keluar,” seruku
“Akuu Juga Don,” sahutnya

Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, kami mencapai orgasme Kutarik penisku dari lubang anusnya, dan kutumpahkan spermaku dipunggungnya Mbak Erna kemudian membalikkan badannya dan berdiri, sambil memintaku duduk kursi taman

Didekatkannya selangkangannya kewajahku Ditariknya rambutku dan dibenamkannya kepalaku keselangkangannya Dan akupun mulai menjilati vaginanya sambil duduk Kuhisap dan kusedot-sedot cairan hangat yang keluar dari lubang vaginanya Mbak Erna sangat puas dengan perlakuanku

Hari itu kami melakukan persetubuhan sampai puas, dengan berbagai macam gaya Sungguh luar biasa Mbak Erna, meskipun tinggal dikampung Tapi dalam soal bersetubuh dia tak kalah dengan orang kota Memang sungguh nikmat istri Mas Iwan Vagina dan lubang anusnya sama nikmatnya Membuatku ketagihan menyetubuhinya

Tak terasa sudah satu bulan aku berlibur dikampung Mas Iwan Malam-malam yang kulewati bersama Mbak Erna dan Tante Sari membuat waktu satu bulan terasa cepat sekali Sudah saatnya aku kembali kekotaku, karena tiga hari lagi aku harus ke sekolah

Saat berangkat dari kampung Mas Iwan, aku tidak sendirian Ada Vivi, anak kandung Tante Sari menemaniku Gadis cantik berkulit putih dan bertubuh langsing ini, baru tamat SMA dan akan melanjutkan kuliah di kota Tante sari meminta tolong padaku agar mengantarkan Vivi, mencari rumah kost di dekat kampus

Dengan menempuh dua jam perjalanan, sampailah kami di kota Dan setelah berpuar-putar cukup lama, akhirnya kudapatkan rumah kost untuk Vivi Pemilik rumah adalah seorang janda cantik berusia sekitar 32 tahun, namanya Yeni Setelah memberikan kunci kamar pada Vivi, Tante Yeni meninggalkan kami berdua

Sehabis membantu Vivi mengangkat barang-barangnya ke dalam kamar, aku merasa haus Kusuruh Vivi ke warung untuk membeli minuman Sambil duduk menunggu kedatangan Vivi, iseng-iseng kunyalakan VCD Ngawur aja kusetel salah satu film Aku terkejut, ternyata isinya film porno

Adegan-adegan difilm itu, membangkitkan nafsu birahiku Kurasakan batang penisku mengeras dan berdiri tegak di balik celanaku Kuturunkan celanaku, dan kukeluarkan batang penisku Kuelus-elus dan kukocok-kocok batang penisku Saking asiknya aku mengocok-ngocok batang penisku, sampai kedatangan Vivi tak kurasakan

“Mas, Doni lagi ngapain,” suara Vivi mengejutkanku
“Akh, nggak ngapa-ngapain,” sahutku
“Itu apa?” tanyanya lagi sambil memandangi celanaku

Astaga! Aku lupa menaikkan celanaku Sehingga Vivi dengan jelas melihat penisku yang sedang berdiri tegak Merasa sudah kepalang basah, kulanjutkan saja mengocok penisku

“Kamu bisa membantuku Vi?,” tanyaku
“Bantu apa Mas?,” katanya balik bertanya
“Kocokkin penisku Vi,” pintaku

Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju Kutarik tangannya dan kuletakkan diatas penisku Vivi yang juga sudah terangsang akibat ikut nonton film porno, menggenggam batang penisku Dengan lembut dia mengelus-elus dari kepala sampai kepangkal penisku Aku merasa seperti melayang

Aku melepaskan seluruh pakaianku sambil memeluk tubuh Vivi yang sedang mengocok penisku Kutarik kaosnya dan kususupkan tanganku kebalik BHnya Kuraba-raba buah dadanya Perlahan-lahan buah dadanya mengeras

Cukup lama aku meraba-raba buah dadanya, kemudian kutarik Bhnya hingga terlepas Setelah terlepas, terlihatlah buah dadanya yang padat dan mengeras Aku melanjutkan lagi meremas-remas buah dadanya Vivi mendesah-desah merasakan nikmat, tangannya semakin cepat mengocok penisku

Sekitar lima belas menit berlalu kami berganti posisi Sambil menarik rok mininya, kodorong tubuhnya hingga terlentang diranjang Hanya celana dalamnya saja yang melekat menutupi selangkangannya Kutindih tubuhnya dari atas lalu kukecup bibirnya, kujulurkan lidahku mengisi rongga mulutnya yang terbuka Vivi menyambutnya dengan hisapan yang tak kalah hebatnya

Setelah cukup lama berpagutan, kuputar tubuhku Membentuk posisi 69 Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan selangkangannya berada dibawah wajahku Kujulurkan lidahku menjilati bagian bawah perutnya, sambil tanganku melepas celana dalam Vivi Vivi mengangkat pantatnya memudahkan aku melepaskan celana dalamnya dan meleparkannya ke lantai kamar Lidahku bergerak turun menyapu bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis

“Ohh Mas don Enakk,” desahnya ketika aku mulai menjilati vaginanya yang basah, membuatku semakin bersemangat menjilati vaginanya Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya yang sebesar biji kacang

Saat aku menjilati lubang vaginanya, Vivi juga sedang asyik menjilati penisku Sambil tangan kirinya mengocok-ngocok pangkal penisku sedangkan tangan kanannya mengelus-elus buah pelirku dengan lembut Sesaat kemudian Vivi memasukkan penisku ke mulutnya Hampir seluruh batang penisku masuk ke mulutnya Kudorong pantatku ke atas dan ke bawah, sehingga penisku keluar masuk dimulutnya

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu Aku bangkit dan berdiri dilantai kamar Kutarik tubuhnya, hingga pantatnya berada ditepi ranjang Kedua pahanya kubuka lebar-lebar Kuarahkan penisku tepat ke lubang vaginanya

“Ja Jangan Mas, aku masih perawan,” katanya

Aku tak memperdulikan kata-katanya Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku menyeruak masuk Vivi berteriak lebih keras ketika aku mendorong lebih keras dan penisku menembus selaput daranya Akupun lebih bersemangat mendorong pantatku dan amblaslah seluruh batang penisku ke lubang vaginanya yang sangat sempit Penisku serasa dijepit sempitnya lubang vaginanya Beberapa detik kubiarkan penisku di dalam vaginanya

Kupandangi wajahnya yang meringis menahan sakit Dengan perlahan-lahan kuangkat pantatku lalu kuturunkan lagi Membuat penisku keluar masuk dilubang vaginanya Aku merasakan nikmat yang luar biasa Beginikah rasanya menyetubuhi seorang perawan

“Ohh Mas Enakk,” desahnya yang mulai merasakan

Nikmatnya disetubuhi Pantatnya digerakkan naik turun seirama gerakkan pantatku Rasa sakitnya telah hilang berganti dengan rasa nikmat Sekitar tiga puluh menit berlalu, kurasakan vaginanya berkedut-kedut dan otot-otot vaginanya menegang Tangannya mencengkeram seprei dengan keras

“Ohh Mas Akuu Mauu,” desahnya terputus “Mau keluar sayang,” sahutku Vivi mengangguk sambil tersenyum “Aku juga Vi,” imbuhku Semakin cepat kudorong-dorong pantatku “A Akuu Ke Luarr,” teriaknya lantang

Kurasakan cairan hangat merembes didinding vaginanya Sedetik kemudian kurasakan penisku berkedut-kedut Dan Crott! crott! crott! Kutumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang vaginanya Dan tubuhku ambruk menindih tubuhnya

“Kamu menyesal Vi,” tanyaku sambil tersenyum puas, karena baru kali ini aku menyetuBHi seorang perawan “Nggak Mas, semua sudah terjadi,” sahutnya “Kamu mau lagi khan,” godaku Vivi tersenyum padaku, senyum penuh arti

Kira-kira satu jam kami tertidur Akupun terbangun dan bergegas ke kamar mandi membersihkan badan Mengingat kejadian tadi, bersetubuh dengan Vivi, membuat nafsu birahiku bangkit lagi penisku yang tadi telah layu, kini tegang dan mengeras Setelah mengelap tubuhku dengan handuk akupun bergegas ke kamar, dimana Vivi sedang tertidur pulas Dan ia terbangun ketika aku lagi asyik menjilati lubang vaginanya

“Oh Mas Apa yang kamu lakukan,” tanyanya “Aku pingin setubuhi kamu lagi sayang,” sahutku sambil tersenyum

Vivi membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga aku lebih leluasa menjilati vaginanya Beberapa menit berlalu kusuruh dia menungging Aku mengambil posisi dibelakangnya Dari belakang, aku menjilati lubang anusnya, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya

Setelah kurasa cukup, kuarahkan penisku ke lubang vaginanya Dan aku mulai mendorong maju pantatku Sedikit demi sedikit penisku masuk ke lubang vaginanya Semakin lama semakin dalam penisku memasukinya, sampai seluruhnya amblas, tertelan lubang vaginanya Akupun mendorong pantatku maju mundur, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya

“Ohh Nikk Matt Mas Enakk,” jeritnya tertahan Sekitar tiga puluh menit berlalu, kutarik penisku dari lubang vaginanya hingga terlepas Kemudian kugenggam penisku dan kuarahkan ke lubang anusnya

“Jangan, Mass sakitt, ja “jeritnya sambil meringis Belum habis dia bicara, kudorong pantatku dengan keras Dan Bless! Seluruh batang penisku masuk ke lubang anusnya Kukocok lubang anusnya dengan irama pelan semakin lama semakin cepat, sambil tanganku mencucuk-cucuk lubang vaginanya Dan Vivipun merasakan sensasi yang luar biasa dikedua lubangnya Jeritan-jeritannya berganti dengan desahan-desahan nikmat penuh nafsu

Aku semakin bersemangat mendorong-dorong pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme Sepuluh menit kemudian penisku menyemburkan sperma didalam anusnya Dan tak lama berselang Vivi menyusul, tubuhnya mengejang hebat Kemudian Vivi terkulai lemas dan tertidur

Aku kemudian berdiri dan mengenakan celanaku Saat aku akan mengambil handuk ke dalam almari, tanpa sengaja aku menoleh keluar jendela Samar-samar aku melihat sesosok bayangan wanita yang sedang berdiri dibalik jendela kamar Rupanya orang itu sedang mengitip aku dan Vivi yang sedang bersetubuh dari balik korden yang lupa aku tutup

Saat aku keluar mencarinya, wanita itu bergegas pergi Aku membuntuti wanita itu Melihat potongan tubuhnya dari belakang aku yakin kalau wanita itu adalah Tante Yeni, ibu kostnya Vivi Dan aku keyakinanku semakin kuat, saat wanita itu masuk kekamar tidur Tante Yeni dan langsung menutup pintu Aku berjalan mendekat dan berdiri di depan pintu kamarnya

Aku mengintip dari lubang kunci Dan memang benar, wanita yang tadi mengintipku adalah Tante Yeni Sampai didalam kamar Tante Yeni melepaskan seluruh pakaiannya Aku terkesima melihat tubuh Tante Yeni yang putih mulus dan sexy, meski sudah berumur sebaya ibuku Membuat jantungku berdetak kencang Nafsu birahiku yang baru saja tersalurkan bersama Vivi, perlahan-lahan bangkit lagi

Pemandangan selanjutnya lebih seru lagi Tante Yeni merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kedua kaki terbuka lebar-lebar, memperlihatkan indahnya bentuk vaginanya Tante Yeni meremas-remas buah dadanya sendiri dengan tangan kirinya Domino QQ

Perlahan buah dadanya mulai mengeras Sedangkan tangan kanannya meraba-raba selangkangannya Desahan-desahan nikmat keluar dari bibirnya, membuatku semakin tak tahan Batang kemaluanku sudah berdiri tegak

Dengan sangat hati-hati, aku membuka pintu kamarnya Dan ternyata tidak terkunci Sambil melepaskan celanaku, aku berjalan mengendap-endap mendekatinya Tante Yeni yang sedang asyik meraba-raba tubuhnya sendiri, tidak tahu kalau aku masuk ke kamarnya

Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menindihnya Tante Yeni sangat terkejut melihat kehadiranku Aku segera menyumpal mulutnya yang sedang Terbuka saat dia hendak berteriak dengan mulutku Dan aku langsung melumatnya Tante Yeni yang sedang dirasuki birahi wanita, membalas lumatanku dengan pagutan-pagutan yang tak kalah hebatnya

Cukup lama aku melumat bibirnya, kemudian aku menjilati lehernya, terus turun ke buah dadanya yang sudah mengeras Kedua buah dadanya aku jilati secara bergantian, membuat desahannya semakin keras Aku menyudahi jilatanku pada kedua buah dadanya, kemudia aku berlutut ditepi ranjang, diantara kedua kakinya Tanganku yang nakal mulai meraba-raba bibir vaginanya yang dicukur bersih

Tanpa berfikir lama, aku menjulurkan lidahku, menjilati, menghisap dan sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vagina Tante Yeni dan lidahku menari-nari di dalam lubang vaginanya Tante Yeni mengangkat-angkat pantatnya, menyambut jilatanku Rintihan-rintihan kecil keluar dari mulutnya setiap kali lidahku menghujam lubang vaginanya

Disaat dia sedang menikmati jilatanku pada birahi wanita nya, aku memasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya Sambil sesekali aku menjilati lubang anusnya Tante Yeni sangat menikmati perlakuanku, dia menekan kepalaku dan membenamkannya diselangkangannya

Sepuluh menit berlalu melayani birahi wanita, aku menyudahi jilatanku Aku kemudian berdiri, sambil menarik pinggulnya ketepi ranjang, kedua kakinya kubuka lebar-lebar Tanpa membuang waktu lagi, batang kemaluanku yang sudah tegang dari tadi langsung kuhujamkan ke lubang vaginanya Tante Yeni menjerit saat batang kemaluanku yang besar dan panjang menerobos masuk ke lubang vaginanya Aku merasakan jepitan bibir vaginanya yang begitu seret

Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur Tante Yeni sangat menikmati setiap gerakkan pantatku, dia menggeliat dan mendesah disetiap gerakan kemaluanku keluar masuk dari lubang vaginanya Aku semakin mempercepat memaju mundurkan pantatku saat Tante Yeni memperlihatkan tanda-tanda orang yang mau orgasme

“Ohh , Don , akuu , mau , keluarr,” jeritnya seperti birahi wanita yg cukup keras Tante Yeni menggelinjang hebat, kedua pahanya menjepit pinggangku Rintihan birahi wanita yang panjang keluar dari mulutnya saat klitorisnya memuntahkan cairan kenikmatan Aku merasakan cairan hangat yang meleleh disepanjang batang kemaluanku

Aku membiarkan Tante Yeni beristirahat sambil menikmati birahi wanita sedang orgasme-nya Setelah Tante Yeni berhasil menguasai dirinya, birahi wanita, tanpa membuang waktu lagi aku membalikkan tubuhnya dalam posisi menungging

Lalu aku menciumi pantatnya Tante Yeni mengeliat menahan geli saat lidahku menelusuri vagina dan anusnya Kemudian aku meludahi lubang anusnya beberapa kali Setelah kurasakan daerah itu benar-benar licin, aku membimbing batang kemaluanku dengan tangan kiriku sementara tangan kananku membuka lubang anusnya

Tante tak bereaksi apa-apa dan membiarkan saja apa yang kulakukan Perlahan kudorong pantatku Tante Yeni merintih sambil menggigit bibirnya menahan rasa perih akibat tusukan kemaluanku pada lubang anusnya yang sempit dan birahi wanita Setelah beberapa kali mendorong dan menarik akhirnya seluruh batang kemaluanku masuk ke lubang anusnya

Sambil menikmati jepitan lubang anusnya, aku mendiamkan sebentar batang kemaluanku disana untuk beradaptasi Tante Yeni menjerit seperti birahi wanita saat aku mulai menghujamkan kemaluanku Tubuhnya terhentak-hentak ketika sodokkanku bertambah kencang dan kasar Sambil terus meningkatkan irama sodokkan, tanganku dengan kasar mencucuk-cucuk lubang vaginanya

Akibat menahan sensasi nikmat ditengah-tengah rasa ngilu dan perih pada kedua lubang bawah tubuhnya, Tante Yeni sampai menangis Setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke lubang anusnya, dia mengaduh namun dia tak mau aku menyudahinya Sampai akhirnya kurasakan suatu perasaan yang sangat nikmat mengaliri sekujur tubuhku

Aku mengerang panjang, saat mengalami orgasme yang pertama Tanganku mencengkeram keras pantatnya Aku menumpahkan seluruh spermaku didalam lubang anusnya Tubuhku menegang beberapa saat, kemudian terkulai lemas Tak lama kemudian birahi wanita Tante Yeni menyusul, dia mengeram sambil tangannya mencengkeram bantal kuat-kuat Cairan hangat dan kental meleleh dari lubang vaginanya

Dengan nafas yang masih memburu dan tubuh yang masih lemas, Tante Yeni bangkit kemudian duduk ditepi ranjang Dia meraih batang kemaluanku lalu memasukkan ke mulutnya Tante Yeni menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluanku sampai bersih tanpa tersisa setetespun Tante Yeni tersenyum puas merasakan nikmat birahi wanita yang sudah cukup lama tidak dirasakannya, sejak dia bercerai dengan suaminya

Tanpa malu-malu dia meminta aku agar menyutubuhinya lagi Aku menuruti permintaannya, kami bersetubuh sampai pagi Sampai kami benar-benar kelelahan Pagi-pagi sekali aku meninggalkan Tante Yeni yang masih tidur tanpa busana dan penuh birahi wanita serta masuk kekamar Vivi

Dimana Vivi juga sedang tidur pulas Aku mengenakan seluruh pakaianku, kemudian pergi tanpa pamit setelah puas dengan birahi wanita.


Nonton Video xxx