Pengalaman seru Ngentot dengan 3 cewek bareng bareng

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tiga Cewek Cantik Sekaligus – Sebuah cerita seks dewasa berjudul ngentot bersama 3 cewek cantik bertubuh seksi dalam satu hotel yang penuh dengan gairah seksual. Kisah Sek’s Dewasa Nge’ntot Tiga Perempuan Kece Dan Manja Yang Bermemek Seret – Aku terlahir sebagai salah satu bocah kembar, aku 15 menit lebih awal dari adiku yang benama Joki, sedangkan namaku Joko. Terkadang orang sering salah panggil ini Joko apa Joki karena paras kami memang mirip sekali, jika tidak sering bertemu pasti orang-orang akan sulit membedakan mana Joko, mama Joki. Kisah ini berawal dari perkenalanku dengan seorang gadis karir yang entah bagaimana ceritanya gadis karir tersebut mengetahui nomor kantorku. O0oh iya,,,,, hampir lupa, 3 wanita yang jadi pelampiasan sek ku adalah : Rina yang mempunyai lesung pipit kece, Yani si bersih dan Lia yang vaginanya seret banget.
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tiga Cewek Cantik Sekaligus
Hari itu disaat aku ingin makan siang tiba-tiba telepon berbunyi & ternyata operator memberitau aku kalau ada telepon dari seorang nyonya yang engak ingin menyebutkan namanya & selesai kau angkat.”Hallo, selamat siang Joko,” suara perempuan yang benar-benar manja terdengar. “Helo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius. “Namaku Rina,” kata perempuan tersebut mengenalkan diri. “Maaf, Mbak Rina tahu nomor telepon kantor aku dari mana?” tanyaku menyelidiki. “Oya, aku temannya Yani & dari beliau aku dapat nomor kamu,” jelasnya. “Ooo.. Yani,” kataku datar. Yani yakni seorang cewek karir yang juga ‘mewarnai’ kehidupan sek aku. “Gimana kabarnya Yani & dimana sekarang beliau tinggal?” tanyaku. “Baik, sekarang beliau tinggal di Surabaya, ia titip salam kangen sama kamu,” jelas Rina. Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang telah kenal lama. Suara Rina yang lembut & manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari nyonya tersebut. Selagi aku membayangkan bentuk fisiknya, Rina membuyarkan lamunanku.
“Hallo.. Joko, kamu masih disitu?” tanya Rina. “Iya.. Iya Mbak..” kataku gugup. “Hayo mikirin siapa, sedang mikirin Yani yaa?” tanyanya menggodaku.
“Nggak kok, malahan mikirin Mbak Rina tuh,” celetukku. “Masa sih.. Aku jadi GR deh” dengan nada yang betul-betul menggoda. “Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?” tanya Rina. “Boleh aja Mbak.. Bahkan aku suka bisa bertemu dengan kamu,” jawabanku semangat “Oke deh, kita ketemuan dimana nih?” tanyanya semangat. “Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?” jawabku pasrah. “Oke deh, nanti senja aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan,” katanya.
“Oke, sampai nanti joko.. Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku. Aku segera meluncur ke kantin unt’k makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana rupa cewek yang barusan saja menelpon aku. Selepas aku sesudah makan aku pun langsung segera balik ke kantor unt’k melakukan aktivitas seterusnya.
Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor & aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi & membersihkan diri selepas seharian aku bekerja. Unt’k perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin karena aku nggak hendak ketemu cewek dengan tanpak kotor & bau bahkan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu. Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Rina. Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa memandang orang kemudian lalang diarea pertokaan tersebut.
Ketika mataku menyaksikan situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang cewek setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, cewek ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih & juga ayu, membuat aku tertegun, nataku yang badung, berusaha menjelajahi pema&gan yang indah dipan&g yang amat menggiurkan apa sedang abgian depan yang betul-betul menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih & juga padat dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu ialah orang yang menghubungiku tadi siang & aku lebih bahagia tengah bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.
Tiba-tiba cewek itu berdiri & menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang semasa ia sangat mengambil tempat duduk semeja dengan aku. “Maaf apakah kamu Joko?” tanyanya sambil menatapku. “Iy.. Iyaa.. Kamu pasti Rina,” tanyaku balik sambil berdiri & mengulurkan tanganku. Jarinya yang lentik menyetuh tanganku unt’k bersalaman & darahku terasa mendesr sewaktu tangannya yang lembut & juga halus remas tangaku dengan penuh perasaan.
“Silahkan duduk Rina,” kataku sambil memikat satu sofa di depanku. “Terima kasih,” kata Rina sambil tersenyum. “Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?” tanyaku. “Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,” jelasnya. “Aku juga tadi berpikir, apakah nyonya yang manis itu yakni kamu?” kataku sambil tersenyum. Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, ka&g-ka&g kami berdua saling bercanda, saling menggoda & sesekali bicara yang ‘menyerempet’ ke arah seks. Lesung pipinya yang dalam, menambah gatal saja wajahnya yang semakin matang. Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Rina ialah seorang perempuan yang se&g bertugas di Jakarta. Rina yaitu seorang pengusaha & kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.
“Karin, kamu kenal Yani dimana?” tanyaku. Yani ialah partner chattingku di YM, aku & Yani sering online bersama. & kami tembus pandang satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga cerita rumah tangga, bahkan masalah sek sekalipun. Mulutnya yang genit menjelaskan dengan penuh semangat.
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tiga Cewek Cantik Sekaligus 1
“Emangnya Yani menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,” tanyaku penuh penasaran. “Beliau menikah dua minggu yang terus & aku nggak tahu kenapa beliau nggak hendak memberi tahu kamu sebelumnya,” Jawabnya penuh pengertian. “Ooo, begitu..” kataku sambil manggut-manggut. “Ini ialah hari pertamaku di Jakarta & aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan kantorku sehabis,” jelasnya tanpa aku tanya. “Sebenarnya tadi Yani juga ingin dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan beliau akan datang besok harinya ia bisa dateng,” jelasnya kembali. “Memangnya Mbak Rina menginap dimana nih?” tanyaku penasaran. “Kebetulan sama kantor telah dipesankan kamar demi aku di losmen H..”jelasnya. “Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?” tanyaku menyelidik. “Ya sendirilah, Joko.. Makanya semasa itu aku tanya Yani,” katanya “Tanya apa?” tanyaku mengejar. “Apakah mempunyai sobat yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya. “& dari situlah aku tahu nomor telepon kamu,” lanjutnya. Tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 10.25 wib, & aku lihat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang telah mulai larut sore. & toko pun telah mulai tutup. “Jok.. Kamu ingin anter aku balik ke pesanggrahan nggak?” tanyanya.
“Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke bungalow sendirian,” kataku. Selesai obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil & segera meluncur ke apartemen H.. Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku & Rina bergegas menuju lift unt’k naik ke lantai 5, & sesampainya di depan kamarnya, Rina menawarkan aku unt’k masuk sejenak. Bau parfum yang mengun&g syaraf kelaki-lakianku serasa berontak sewaktu berjalan dibelakangnya.
& sewaktu aku mau masuk ternyata ada dua orang cewek yang se&g asyik ngegosip & mereka pun tersenyum selesai aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata ia nggak sendiri. Rina pun memperkenalkan partner-temannya yang mungil & juga sek yang berba& tinggi & juga memiliki toket yang gede beliau yaitu Miranda(36b) sedangkan yang punya ba& yang teramat sexy ini & juga berpayudara yang sama besarnya bernama Lia(36b). & mereka pun mempersilahkan aku duduk. Tanpa dikomando tengah mereka pun perlahan-lahan memulai membuka gamis mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya & segera bangun & langsung mengeras seketika itu juga. Selesai mereka tanpa busana bulat terlihatlah peman&gan yang sungguh indah sekali dengan toge yang gede, Rina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang amat mendadak itu & aku mencoba menghentikannya.
Selesai itu beliau pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yani & partner-teman. Sehabis itu Rina pun langsung menciumku dengan garangnya & aku pun nggak ingin tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam & juga sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang membuat skandal yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah. “Aaahh legit Mir, lalu Mir hisap kemudian, aahh..” Sedangkan Lia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan unt’k mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Rina dengan lembut & perlahan-lahan biar beliau bisa merasakan permaianan yang aku untuk. Rina pun menjerit tegak sambil berdesis bertanda ia menikmati permainanku itu.
Mirandapun nggak hendak kalah beliau menghisap susunya Rina sedangkan Lia mencium bibir Rina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Selepas beberapa lama aku menjilati tempiknya terasa ba&nya mulai menegang & beliau pun mendesah. “Jok.. Akuu mauu keeluuarr.” Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang betul-betul banyak itu akupun langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Sesudah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Rina, perlahan-lahan aku masukkan penisku & sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam tempiknya yang telah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan benar-benar perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan & Rina pun mulai mendesah nggak karuan. “Aaahh legit Jok, lalu Jok, legit Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt..” Membuat aku bertambah gelora, goyanganku pun semakin aku percepat & beliau mulai berkicau sedang. “Aaahh nikmat Jok, zakar kamu legit banget Jok, aahh..”
Selesai beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku & tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan betul-betul derasnya & terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih kuat itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Rina yang menempel pada penisku, sedangkan Lia menghisap kemaluannya Rina yang masih keluar dalam pukinya dengan penuh nafsunya. Miranda pun mulai mengambil posisi, ia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku unt’k memasuki pukasnya Miranda & serentak langsung masuk. Bless.. Terasa sekali kehangatan didalam memeknya Miranda. Ia pun mulai menaik turunkan pantatnya & disaat seperti itulah ia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan menahan heboh yang diberikan oleh Miranda. Lia pun mulai menghisap buah dada Miranda penuh libido, sedangkan Rina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah. “Aaahh gurih Mir.. Kemudian Mir.. Joged lalu Mir.. Lebih dalam sedang Mir.. Aaahh sstt” & selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut, “Mir.. Aku.. ingiin keeluuaarr”
Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam nonoknya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya & diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang & terasa sekali kemaluannya berdenyut & selang beberapa lama keluarlah cairan yang benar-benar banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang telah basah kuyup ditimpa cairan kekasih. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipenisku, Lia pun langsung menjilati memeknya Miranda yang masih mengalir cairan yang masih menetes di tempiknya. Akupun memandang mereka seperti kelaparan yang se&g berebutan makanan, sehabis selang beberapa lama aku mulai memeluk Lia & aku pun mulai mencium bibirnya & mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari diatasnya. “Ooohh.. Joko.. Geelli..” desah Lia. Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga ia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.
Miranda & Rina mereka asyik berciuman & saling menjilat toket mereka. Sehabis aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat & kencang. Aku pun mulai menjilati & sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat beliau tambah terangsang sedang & ia medesah. “Aaahh nikmat sekali Jok.. Lalu Jok hisap kemudian Jok lezat Jok aahh sstt..” Lia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya & sehabis itu turun ke pusar & sehabis itu beliau mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Sehabis beliau puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah liang pepeknya yang memerah & disekelilingi jembut-bulu yang begitu rimbun. Aroma wangi dari mulut kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama sedang, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.
Tanganku bereaksi unt’k menyibak bulu yang tumbuh disekitar selangkangannya unt’k memudahkan aksiku menjilati pepeknya. “Ssstt.. Jok.. Lezat sekali.. Ughh,” rintihnya. Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Lia yang Terkadangberputar-putar & naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih dalam ke mulut pukasnya. “Joko.. Gila banget lidah kamu..” rintihnya “Lalu.. Akung.. Jangan lepaskan..” pintanya. Paha Lia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku unt’k menjilatnya. Lia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa lezat yang bergejola dihatinya. “Oohh.. Joko, aku nggak tahan.. Ugh..” rintihnya. “Joko cepet masukan zakar kamu aku telah nggak tahan nih,” pintanya. Perlahan aku angkat kaki kanannya & aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang kemaluanku telah mulai mencari mulut kewanitaannya & sekali hentak. “Bleest..” kepala penisku menggoyang pepeknya Lia. “Aowww.. Gila gede sekali Jok.. Mempunyai kamu,” Lia merintih. Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Lia mengelinjang hebat &m sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku. “Joko.. Jangan berhenti akung.. Oogghh,” pinta Lia. Lia lalu menggoyangkan kepalanya kekanan & kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada mulut kewanitaannya. Sesekali Lia membantu pinggulnya unt’k berputar-putar. “Joko.. Kamu.. Memang.. Jagoo.. Ooohh,” kepalannya bergerak ke kiri & ke kanan seperti orang triping.
Beberapa sewaktu lalu Lia seperti orang kesurupan & hendak memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Lia semakin bangor. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Lia. “Joko.. Lalu.. Akung.. Jangan berhenti..” Lia meminta. Permainanku sungguh memancing erotisme Lia unt’k mencapai kepuasan birahinya. Sesaat lalu, Lia betul-betul tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat. “Joko.. Aakuu.. Kelluuaarr.. Aaakkhh.. Tari akung,” rintih Lia. Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat seksualitas Lia semakin tak terkendali. “Jok.. Ooo.. Aaammpuunn,” rintihnya panjang. Bersamaan dengan desahan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Lia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.
Lia yang telah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha unt’k mencari kepuasan birahiku. Posisi Lia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada mulut mekinya langsung aku hujamkan kembali ke mulut memeknya Lia. “Ooohh.. Joko.. Kamu.. Memang.. Ahli..” katanya sambil merintih. Kedua tanganku mencengkeram pantat Lia & menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam liang kemaluannya. “Lia.. Vagina kamu memang lezat banget,” pujiku. “Kamu doyan minum jamu yaa kok seret?” tanyaku. Lia hanya tersenyum & kembali memejamkan matanya menikmati tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijiti oleh vagina Lia & hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku diterima Lia karena ternyata perempuan tersebut bisa mengimbangi permainan aku. Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi telah mengoyak birahiku. “Lia.. Aku hendak.. Keluar..”kataku mendesah. Aku juga akung.. Ooohh.. Gurih kemudian.. Lalu..” Lia merintih. “Joko.. Keluarin didalam.. Aku hendak rasakan semprotan.. Kamu..” pintanya. “Iya telah.. Ooogh.. Aaakhh..” rintihku. Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Lia semakin kencang, semakin cepat & semakin nakal. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama. “Joko.. Aku.. Aku.. Ngaak kkuuaatt.. Aaakhh” rintih Lia. “Aku juga telah.. Ooogh.. Dahh,” aku merintih. “Crut.. Crut.. Crut..” spermaku crot membanjiri pukasnya Lia.
Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar dicelah vagina Lia. Selesai beberapa semasa terus Lia membalikkan tubuhnya & berhadapan dengan tubuhku. “Joko, ternyata Yani benar, kamu jago banget dalam urusan seks. Kamu memang luar biasa” kata Lia merintih. “Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja,” kataku merendah. “Kamu luar biasa..” Lia tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang centil kembali menyerang bibirku yang masih termangu. Segera aku palingkan wajahku ke arah Rina & Miranda, ternyata mereka telah tertidur pulas mungkin karena telah terlalu lelah, & akupun tak kuasa menahan lelah & akhirnya akupun tertidur pulas. & sesudah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang se&g mengulum batang kemaluanku & ternyata Miranda telah bangun & aku pun menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. & kuraih tubuhnya & kucium bibirnya penuh dengan nafsu & akhirnya kami pun mengulang kembali sampai besok harinya. Dengan terpaksa aku menginap karena pertarunganku dengan mereka semakin seru aja.
Semasa pagi telah tiba akupun langsung ke toilet di ikuti oleh mereka & akupun mandi bareng & permainan dimulai kembali didetik-detik ronde terakhir. Tanpa terasa kami berempat telah naik didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air dipancurkan shower membuat tubuh mereka yang padat bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop mempunyai mereka. Aku mengosok keseluruh tubuh mereka satu persatu, sesekali jariku yang bandel memilih punting mereka. “Ughh.. Joko..” mereka merintih & bergerak sewaktu aku permainkan puntignya yang memerah. Sebelum aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan. & entah telah berapa kali mereka yang se&g membutuhkan kehangatan mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berempat memburu birahinya yang tidak kenyang. Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus berangkat kerja & pada jam seperti ini.


Nonton Video xxx