Aku Terbawa Suasana


Menjadi perempuan yang harus menunggu kekasihnya tidaklah mudah. Ya, aku adalah perempuan yang sedang menunggu kekasihku. Ia sedang menyelesaikan studi sarjananya di kota Y. Sementara aku sudah lebih dulu mendapatkan gelar sarjana ku. Kami memang telah menjalani hubungan jarak jauh selama 4 tahun. Sejak kuliah memang kami berpisah, ia di kota Y sedangkan aku di kota J. Pertemuan kami paling hanya sebulan sekali kalau sedang beruntung. Kalau sedang sial ya harus tunggu bisa sampai 2 hingga 3 bulan.

Perkenalkan namaku adalah Ria. Aku keturunan jawa dengan tinggi 165 cm dan berat 48 kg. Rambutku sebahu berwarna hitam dan bergelombang. Setelah menyelesaikan studi komunikasi, aku bekerja pada sebuah perusahaan kecantikan. Kata pacarku aku cantik dan seksi. Aku tak percaya paling hanya karna ia pacarku, tapi setelah aku bekerja menjadi humas di perusahaan kecantikan aku menjadi yakin bahwa aku memang cantik.

Aku bukan sosok perempuan yang agamis, tetapi aku juga tidak terjebak pada pergaulan anak muda masakini. Aku belum pernah ke diskotik ataupun mabuk. Kalau untuk kenakalan yang menjurus sex pernah ku lakukan tetapu hanya sebatas petting saja dengan pacarku. Beberapa kali kami lakukan ketika ia pulang ke J dan kita menginap di hotel. Ia suka sekali bermain dengan payudaraku yang berukuran 34B. Biasanya ia akan meremas dan menghisap putingnya bila bertemu. Kalau sudah begitu aku akan mengelus penisnya hingga keluar.

Beberapa hari lagi akan dilaksanakan ulang tahun kantor. Rencananya akan berlangsung di vila milik bos ku. Oh iya bos ku ini berusia hampir 50 tahun berdarah campuran Makassar-Ambon. Perutnya agak buncit. Penampilanku sering dikritik olehnya ketika di kantor. Katanya aka harus berpenampilan lebih baik lagi lebih seksi. Memang selama ini aku lebih sering menggunakan celana dan rok di bawah lutut serta atasan kemeja. Namun, semakin lama aku mulai berubah menggunakan rok span pendek dan blouse serta dalaman tank top. Tapi karena gajiku yang kecil aku hanya bisa membeli blouse murah denan bahan yang panas.

Untung kantor dilangkapi ac, tapi pernah ketika listrik mati sepanjang hari aku kepanasan sehingga membuka blouse ku. Sempat aku digoda oleh Doni dan Adam tapi mereka hanya berlalu. Naun, ada yang membuat jantungku berdegup cepat ketika bos ku lewat dan melihatku. Aku sempat panik dan berusaha mengenakan blouse ku dengan segera. Tapi, pak Anton (bos ku) tersenyum sambil berkata,

“panas ya? Sudah gapapa kalau panas gausah dipakai blousnya,” ujar pak Anton.

Aku hanya tersenyum. Ia pun berlalu setelah sebelumnya senyum sambil melihat dadaku seakan dapat menembus tanktop putih ku. Tapi kalau dilihat lagi memang bra biru ku sedikit menerawang.

***

Akhirnya perayaan ultah kantor tiba. Kami semua berangkat dari kantor menggunakan bis kecil karena peserta mencapai 20an orang. Aku berangkat menggunakan terusan bunga-bunga tanpa lengan diatas lutut dengan luaran blazer. Meski orang kantorku sering bercanda mesum baik pria maupun peremuan, tapi aku tidak bermaksud menggoda mereka dengan pakaian ini. Aku hanya habis ketemu client, kebetulan berangkat dari kantor ya jadi sekalian berangkat menggunakan ini.

Baru di bisa sudah banyak godaan-godaan menghampiri ku tapi tidak kutanggapi. Ada yang meminta duduk sebelah ku sampai memnta dibuka saja blazer ku. Aku pun bangga juga menjadi pusat perhatian berarti daya tarikku memang tinggi. Tidak salah bila bertemu, pacarku tidak bisa mengendalikan nafsunya. Aku jadi senyum sendiri membyangkan bertemu dia.

2 jam perjalanan kami tiba di vila. Pak Anton yang berangkat dengan mobilnya sendiri sudah ada disana. Saat bertemu ia sempat memujiku ia bilang aku sudah lebih baik berbusana dengan memancarkan keseksianku. Acara berjalan lancar dan gembira. Diakhir acara kami bernyanyi-nyanyi dangdut. Aku yang memang bisa bernyanyi ikut juga turun. Pria-pria di kantor bercanda tapi serius menyawerku. Tidak sedikit pua yang curi-curi menempel pada ku. Aku pikir tak apalah kasih kebahagiaan malam ini.

“Buka aja blazernya,” ujar pak Anton sambil berjalan ke arahku. Uang seratus ribu diangkat keatas diarahkan padaku.

Sorak sorai yang lain ikut menyemangati. Aku lihat kawan waanita ku juga santai dengan hanya menggunakan tanktop jadi kenapa tidak. Aku buka blazer ku. Pak Anton beberapa kali menyawer. Hingga akhir lagu ia memasukkan beberapa lembar ratusan ribu ke dadaku sambil sedikit meremasnya. Aku ingin marah tapi aku pikir santai sajalah biar senang-senang saja malam ini. Setelah kejadian itu aku merasa cukup dan pamit ke kamar untuk tidur dengan bergani baju sebelumnya.

Sekitar jam tiga aku terbangun oleh suara ngorok mba Nina. Aku tak tahan tidur dalam keadaan bising. Aku keluar dan ternyata suasana sudah sepi semua sudah terlelap dalam tidur. Aku pun mencari minum, tiba-tiba aku dengar suara air dari kolam renang.

“siapa berenang jam segini?” ujar ku bertanya sendiri.

Aku cek ternyata pak anton dengan celana pendekyna dan perut buncit serta bulu dada sedang berenang. Aku iseng ikut kesana.

“jam segini berenang pak?” tanyaku mengagetkannya

“eh kamu, iya nih td tanggung nyemplung-nyemplung jadi sekalian aja. Sini ikut renang,” sambil mengusap kepalanya yang botak dari dpan ke tengah.

“ah males pak ga bawa baju renang,” ujar ku yang memang tidak mempersiapkan diri sebelumnya.

“yaudah gausah pake baju aja,” jawabnya santai

“enak di bapak dong bisa liat saya hehe,” ledekku entah kenapa jadi ikutan becanda mesum. Mugkin karena terbiasa.

“mau enak sama-sama? Nih saya lepas,” jawabnya sambil melepas celananya dan membuangnya ke pingir kolam.

Aku kaget dan melihat sekitar apakah ada yang melihat hal ini selain aku atau tidak. Entah karena malu atau apa aku masuk ke dalam vila. Tp pak Anton masih berenang seperti biasa. Aku pun merasa tertantang inin ikut berenang. Perlahan aku membuka baju dan elana penek yang kugunakan untuk tidur tadi. Aku memang tidak mengunakan bra lagi karena aku pikir tidur bersama perempuan. Aku yang mengenakan celana dalam biru langsung lari dan melompat ke kolam. Pak Anton kaget dan melihat ke arah ku.

“Akhirnya nyemplung juga, tp masih pakai cd ya,” ledek pak Anton

Aku tidak sdar melihat penis pak Anton yang besar lebih besar dari punya pacarku mungkin 20 cm dengan diameter 8cm. Aku Cuma tersenyum mendengar pernyataan pak Anton. Tidak lama ternyata hawa dingin mulai menusuk. Aku keluar dari kolam, dengan penis yan sudah menegan pak Anton mengikuti. Ia menyelimuti tubuhku dengan handuk agar tidak kedinginan, tentau saja sambil mengambil kesempatan menempelka penisnya.

“Kamu kok jam segini bangun?” tanya pak Anto membuka percakapan

“Mba Nina tidurnya ngorok pak hehehe. bapak juga bangun tuh,” ledekku sambil menunjuk penisnya dengan bibir.

“gimana ga bangun liat toket kamu tuh mengkel banget, bapak boleh pegang ya,” godanya

“haha payah baru liat ini aja udah tegang. Hmmm jangan ah pak takut ada yg liat,” jawabku khawatir

“kalau ga ada yg liat gapapa dong,” katanya sambil menarikku ikut ke vilanya yang memang berbeda bangunan dengan yg digunakan orang kantor.

“ih bapak main tarik-tarik aja nih,” kataku

Dia tidak berkata langsung mengarah pada toketku. Ia remas dan hisap utingnya. Aku semakin merindukan sentuhan dengan pacarku. Ahhhhhhh hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku tak kuasa menolak ajakan pak Anton.

Aku mendekap kepalanya agar makin kuat menghisap putingku sambil tangannya kuarahkan ke memekku. Ahhhhh ikmat sekali inilh yang aku lakukan dengan pacarku tiap ia pulang. Namun, aku sadar pria ini bukan kekasihku, ia belum tentu bisa menahan nafsunya untuk hanya melakukan ini. Benar saja ia memasukkan tangnnya ke celana dalamku. Jarinya masuk ke memekku ini pertama kali aku rasakan dan rasanya luar biasa. Aku arahkan tanganku mengocok penisnya. Apa yang terjadi biarlah terjadi malam ini.

“pak memek Ria geli pak, kontol bapak juga besar banget,” Kataku

“Pasti nanti memek kamu tambah enak bapak masukin kontol bapak,” ujarnya.

Ia pun membuka celana dalam ku. Ia berjongkok menjilati memekku yang telah lembab karena ula tangannya. Ahhhhhh pak enak banget, hanya kata itu yang bisa kuucapkan. Ia pun meminta perlakuan yan sama pada penisnya. Aku pun mencoba mengulum penisnya. Kalau aku bisa berlatih disini, akan kugunakan kemampuan ini pada pacarku saat ia pulang.

“Kamu seksi banget Ria, bapak ga kuat liat ekspresi kamu,” ujarnya

Aku melihat kearahnya saat menglum penisnya. Sepertinya ia tak ingin segera keluar. Ia lepas kulumanku. Ia duduk pada sebuah kursi dengan penisnya yang menegang. Aku memasukkan penis itu sambil menghadapnya. Oh ini pensi pertama yang akan masuk dalam memekku. Aku sadar konsekuensi ini tapi tidk dapat menolaknya. Aku masukan perlahan dan berheti sebentar ketika terasa perih. Hingga akhirnya penis itu masuk seluruhnya dan terasa sangat nikmat. Pak Anton pun tak ada henti-hentinya menghisap kedua toketku.

“ahhhhh ahhhhh ahhhhh,” hanya itu kata yang keluar dari mulut kami berdua.

Makin lama goyanganku makin cepat, aku rasakan da esuatu yang akan keluar. Aaaaaaahhhhhhhh aku teriak panjang rasanya nikmat sekali. Aku terkulai mendekap ka Anton. Setelah beberapa saat pak Anton mulai menggerakkan pinggangnya. Aku sdar pak Anton belum keluar. Aku turun dari pangkuannya dan memsukkan penis itu ke mulutku kembali. Pak Anton mulai kewalahan. Kukeluarkan kukocok depan mukaku. Aku suka melihat penis memuncratkan spermnya. Aaahhhhh pa Anton melenguh akhirnya ia keluar juga.

Setelah selesai aku membersihkan diriku di kmar mandi pak Anton. Setelah itu aku kembali ke kamarku dengan celana pendek dan kaos tanpa bra dan celana dalam. Aku tidur nyenyak walaupun mba Nina tetap mengorok. Aku berharap kekasihku segera pulang karena ada hadiah besar menunggunya.

Esok harinya kami pulang ke J setelah makan siang. Kami berpisah di tengah jalan menuju rumah masing-masing. Sesampinya di rumah aku istirahat, rasanya tubuhku pegal-pegal termasuk memekku yang agak perih.

Hari senin kita kembali bekerja seperti biasa.namun, ada hal luar biasa di atas meja kerjaku. Ada sekotak kado. Aku penasaran aku buka ternyata isinya celana dalam dan surat.

Terima kasih Ria atas pengalmannya. Kamu memang memiliki tubuh yang bagus. Saya harap kita dapat melakukannya lagi. Aku kembalikan barangmu yang tertinggal, aku hap dapat merasakan isinya kembali.

Begitu isi suratnya. Aku langsung memasukkan celana dalam itu ke tas. Untung aku selalu datang paling pagi seingga belum ada yang melihat kejadian ini.


Nonton Video xxx